jump to navigation

BERSEPEDA BERSAMA JESUS November 10, 2008

Posted by Partogi Siagian, M.Pd in Religi Kristen.
add a comment
bersepedaPada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yg mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.

Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah.
Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.

Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah.
Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya.
Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama.

Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yg panjang & menyenangkan.
Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu2 karang yg terjal dgn kecepatan yg menegangkan.
Saat2 seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya!
Terkadang rasanya seperti sesuatu yg ‘gila’, tetapi Ia berkata, “Ayo, kayuh terus pedalnya!”

Kadang Aku takut, khawatir dan bertanya, “Aku mau dibawa ke mana?” Yesus tertawa & tak menjawab, & aku mulai belajar percaya.
Aku melupakan kehidupan yg membosankan & memasuki suatu petualangan baru yg mencengangkan.
Dan ketika aku berkata, “AKU TAKUT !” Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.

Ia membawaku kepada orang2 yg menyediakan hadiah2 yg aku perlukan …
orang2 itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku & memberiku sukacita. Mereka membekaliku dgn hal2 yg aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan … perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.

Kemudian, Yesus berkata, “Berikan hadiah2 itu kepada orang2 yg membutuhkannya; Jika tidak, hadiah2 itu akan menjadi beban bagi kita.”
Maka, aku pun melakukannya.
Aku membagi-bagikan hadiah2 itu kepada orang2 yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka.
Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yg membahagiakan.

Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya.
Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda.
Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yg tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat2 yg menakutkan.
Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh … menikmati pemandangan & semilir angin sepoi2 yg menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yg setia: Yesus Kristus.

Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yg harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum & berkata …
“Mengayuhlah terus, Aku bersamamu.”


Sumber : Thoughts for the day, 19 Feb 2003 by Chuck Ebbs

Jesus Bless u

One minute for October 28, 2008

Posted by Partogi Siagian, M.Pd in Religi Kristen.
add a comment

One minute for


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.